Indonesia
juga dijuluki sebagai Negara agraris. Terbukti sebagian besar masyarakat
Indonesia berprofesi sebagai petani. Tapi yang terjadi sekarang masyarakat
Indonesia perlahan meninggalkan jiwa bercocok tanam mereka dan berfikir “beli
saja lebih praktis”. Kebiasaan masyarakat yang inginya instant-instant saja
yang mendorong masyarakat meninggalkan pola hidup sehat. Mereka cenderung tidak
ingin menanan sayur-mayur yang terlihat sederhana di rumah mereka sendiri dan
akhirnya anggapan mereka “beli saja lebih praktis” merajai pola pikir mereka.
Padahal dengan kemajuan zaman proses bercocok taman juga mengalami
perkembangan. Seperti halnya system Hidroponik.
Hidmas
adalah usaha yang direncanakan oleh seorang mahasiswa yang ingin mengembalikan
identitas Indonesia sebagai Negara Agraris. Awalnya hanyalah rasa penasaran
tentang bagaiamana cara menanan sayur tanpa harus repot-repot menyediakan tanah
yang cocok untuk pertanian. Mengingat di zaman sekarang ini kualitas tanah
sudahlah sangat menurun drastis. Akhirnya, setelah mencoba beberapa model
pertanian dan mendapatkan hasil yang sangat menggembirakan terbersit untuk
membentuk kelompok usaha bertani. Kemudian memilih system tanam Hidroponik yang
terbukti sengat praktis dengan hasil yang begitu memuaskan.
“Hidmas”
adalah singkatan dari Hidroponik Untuk Masyarakat. Nama tersebut dipilih karena
tujuan utama dari pembentukkan usaha ini yaitu menerapkan pola hidup sehat
untuk masyarakat.
Salah
satu kewajiban berkeluarga adalah memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk
kebutuhan hidup sehat. Untuk itu Hidmas membuat produk jasa yang akan
mempermudah masyarakat menerapkan pola hidup sehat. Meski awalnya terlihat
susah tapi lama kelamaan harapannya akan terealisasikan.
System
teknologi budidaya hidroponik pada prinsipnnya adalah budidaya tanaman mempunyai
cadangan airnya sendiri. Yang mana dalam system menanamnnya dapat hidup tanpa bantuan
tanah, akan tetapi tidak semua hidroponik tanpa menggunakan tanah.

Komentar
Posting Komentar